Visitasi Kepemimpinan Nasional, Ibir Paparkan Inovasi Aspal Karet Dan IVO (Industrial Vegetable Oil)

  • 25 Agu 2020, 10:08:17 WIB

Sekayu – Bertempat di Ruang Aula Kantor Bappeda Muba, Senin (24/8/2020) Setelah Bupati Muba, Kepala Bappeda Muba Drs Iskandar Syahrianto MH dan Plt Kadisbun Muba Akhmad Toyibir SSTP MM juga berkesempatan menerima rombongan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2020, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia.

Bertemakan Inovasi Pemanfaatan Kandungan Lokal Untuk Peningkatan Daya Saing Infrastruktur Plt Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Musi Banyuasin Toyibir papar kan salah satu pilot project Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA dibidang perkebunan yakni Implementasi Aspal Karet Berbasis Karet Rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin dan Premajaan Sawit Rakyat Serta Hilirisasi Bahan Bakar Nabati Berbasis Kelapa Sawit (Biohidrokarbon).

Saat ini Implementasi Aspal Karet diruas jalan Kabupaten Muba sudah mencapai panjang 18,834 Km dan semuanya berbasis karet rakyat, oleh karena itu Inovasi Aspal Karet merupakan upaya Pemerintah Daerah untuk dapat menyerap produksi dan stabilitas harga karet di Musi Banyuasin.

Plt Kepala Dinas Perkebunan Muba Akhmad Toyibir SSTP MM memaparkan luas perkebunan karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) seluas 207.355 Ha, menjadi salah satu Kabupaten penghasil karet dengan area perkebunan terluas dan produksi tertinggi di Sumatera Selatan, setiap karet di Muba memproduksi 155.303 Ton karet kering dalam bentuk slab atau bahan olahan karet (bokar) menjadi komoditas strategis bagi Kabupaten Musi Banyuasin. Selain bokar, dihasilkan juga produk crumb rubber dengan kualitas SIR 10 dan SIR 20 denganjumlah produksi rata-rata 86.400 Ton per tahun.

“Inovasi olahan karet yang sudah dan masih akan terus di implementasikan adalah aspal karet. Aspal karet merupakan campuran aspal dengan bahan aditif berbasis karet, dimana sesuai komitmen Bapak Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin untuk terus senantiasa melakukan pembangunan atau peningkatan jalan berbasis karet rakyat,”kata Ibir.

Ia menjelaskan, bahwa di Muba saat ini UPPB terbanyak dibandingkan Kabupaten Kota lainnya yakni dengan total 70 UPPB yang juga sudah teregister atau memiliki STR.

"Dan di Muba juga satu-satunya UPPB di Indonesia yang memiliki alat mesin Sentrifuge (mesin pemisah lateks) yang berada di di Desa Cipta Praja Kecamatan Keluang Muba dan mesin itu hibah dari Pemkab Muba ke UPPB," ulasnya.

Karet dari bokar latek pekat itu salah satu upaya untuk merubah kebiasaan petani agar dapat meningkatkan harga dari kisaran paling tinggi 8.000 menjadi 16.000 /kg.

Dalam kesempatan yang sama Ibir juga menjelaskan salah satu program prioritas muba yakni Peremajaan Sawit Rakyat dan Hilirisasi Bahan Bakar Nabati Berbasis Kelapa Sawit (Biohidrokarbon) agar petani tidak hanya menjual TBS tetapi juga menjadi investor pelaku bisnis penjualan IVO dan CVO dalam bentuk transformasi pekebun kelapa sawit untuk ekonomi yang berdaya dalam Kelembagaan Koperasi/Kelompok Pekebun.

Dengan target peremajaan kelapa sawit rakyat dari tahun 2017 hingga tahun 2024  seluas mencapai 52.000 Ha dari luas seluruh perkebunan sawit rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin seluas 110.000 Ha, Pemerintah focus kembangkan 3 produk super prioritas Hasil ratas Meristek/BPPT, Menko Dengan Presiden yakni Katalis , Drone  (HANKAM) dan Garam.
PSR Muba pertama terluas terbaik terdepan,  dan Muba pertama d Indonesia hilirisasi sawit menjadi pilot project penerapan bahan bakar biohidrocarbon dari lahan sawit rakyat yang nantinya akan diresmikan oleh Presiden RI rencana bulan oktober mendatang.

“Sesuai arahan Presiden pada 6 februari 2020 lalu, tentang bahan bakar Nabati Bupati Muba menanggapi dengan segera kembangkan pembangunan Industri Katalis Merah Putih, membangun Pabrik Industri Minyak Nabati yang didukung oleh Kementrian BUMN dan BPDPKS, dan program peremajaan yang dilakukan oleh pekebun rakyat sehingga bersinergi dengan program Pemerintah Pusat”, Ungkap Ibir.

Dalam misi strategis nasional yakni upaya dalam pemulihan ekonomi rakyat dari dampak covid-19 diera new normal saat ini di sektor perkebunan, MUBA INDONESIA – GO INTERNASIONAL akan membuktikan pada dunia internasional dari segala isu black campaign tentang sawit di Indonesia.

“Industri minyak tambang biofosil itu sudah biasa BESAR tetapi Industri Kelapa Sawit menjadi biohidrocarbon itu luar biasa  BESAR. Besar mesin ekonomi, sosial dan politiknya. Besar manusia yang terlibat. Besar masalahnya. Besar pula peluangnya. Dan Besar exploitasi sumber daya yang dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diperlukan visi dan aksi besar oleh orang besar” Pungkasnya.