Muba Pertama di Indonesia Menggunakan Mesin Sentrifuge Bagi Petani Karet

  • 29 Sep 2020, 22:09:54 WIB

MUBA - Jika sebelumnya Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengusulkan agar pembangunan jalan provinsi bisa memanfaatkan atau menggunakan aspal karet di Muba. Karena
Operasional pabrik aspal karet di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang akan berjalan pada Oktober 2020 mendatang dan menjadi pabrik pertama di Indonesia menjadi mimpi yang terwujud bagi petani karet rakyat.

Ternyata sebelum itu beroprasi, Pemkab Muba melalui Dinas Perkebunan telah melakukan pemberdayaan petani lokak melalui keberadaan mesin pengolahan pasca panen karet rakyat.

Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi usai meninjau uji coba mesin Sentrifuge di Desa Cipta Praja Kecamata Keluang menjelaskan langkah pengelolaan karet rakyat benar-benar terpenuhi. Karena adanya alat Sentrifuge karet rakyat dapat di olah untuk memisahkan air dan latex.

“Hasil latex dari sini akan di jual ke pabrik latex yang ada di Muba. Kedepan kita akan coba apabil berjalan normal akan menghiriliasi seperti pembuatan pabrik sarung tangan karet, tutup tabung gas dan berbagai hasil karet. Untuk sehari bisa menghasilkan latex 4 ton. Insya Allah tahun depan kita akan menambah mesin ini lagi,”ungkapnya.

Sebelumnya pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-64 Kabupaten Musi Banyuasin Tahun 2020 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (28/9) dihadapan Gubernur Sumsel Herman Deru, Bupati Musi Banyuasin Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA mengusulkan agar pembangunan jalan provinsi bisa memanfaatkan atau menggunakan aspal karet di Muba.

"Kami mengusulkan kepada pak Gubernur agar pembangunan jalan provinsi bisa menggunakan aspal karet di Muba," ucapnya.

Pabrik aspal karet di Muba nantinya diproyeksi dapat menyerap 25 ribu ton karet pertahun dari petani rakyat yang tidak hanya di Muba tetapi juga di Sumsel.

"Sedikitnya akan ada sebanyak 25 ribu ton pertahun karet petani yang nantinya dapat terserap oleh keberadaan pabrik pengolahan aspal karet berbasis lateks Pravulkanisasi," terangnya.

"Untuk alat operasional di support oleh pihak Pusat Penelitian Karet, sambil menunggu operasional berjalan Pusat Penelitian Karet juga akan melatih petani karet di Muba," tambahnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi realisasi pabril aspal karet di Muba yang merupakan inovasi nyata dalam upaya meningkatkan harga karet di kalangan petani rakyat.

"Ini inovasi yang sangat baik sekali, semoga nantinya implementasi sangat berdampak positif kepada perekonomian warga Muba khususnya petani karet rakyat," jelasnya.