Profie Musi Banyuasin

  • 07 Mar 2020, 20:07:19 WIB

Letak Geografis

Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah 14.265,96 km2 atau sekitar 15 % dari luas propinsi Sumatera Selatan terletak di antara 1,3o sampai dengan 4o Lintang Selatan,
dan 103o sampai dengan 105o40’ Bujur Timur. Batas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut :
•    Sebelah Utara berbatasan dengan propinsi Jambi
•    Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Muara Enim
•    Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Musi Rawas
•    Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banyuasin
Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari 11 Kecamatan dan 218 Desa/kelurahan.

Topografi
Dari segi topografi Kabupaten Musi Banyuasin terdiri dari bermacam-macam jenis topografi.
Di sebelah Timur Kecamatan Sungai Lilin, sebelah Barat Kecamatan Bayung Lencir dan di daerah pinggiran Sungai Musi sampai ke Kecamatan Babat Toman,
tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan dipengaruhi oleh pasang surut.
Sedangkan di daerah lainnya tanahnya terdiri dari tanah dataran tinggi dan berbukit dengan ketinggian antara 20 sampai dengan 140 m di atas permukaan laut.
Hidrologi dan Klimatologi
Kabupaten Musi Banyuasin memiliki iklim tropis dan basah dengan curah hujan bervariasi antara 26,5 sampai 251 mm sepanjang tahun 2006.
Curah hujan paling banyak pada bulan April 2006 dan hari hujan paling banyak pada bulan Januari 2006.
Dilihat dari segi hidrologi, Kabupaten Musi Banyuasin merupakan daerah rawa dengan sungai besar dan kecil yang cukup banyak.
Kondisi ini berguna bagi kegiatan irigasi/pengairan pertanian sehingga pencetakan sawah baru dapat mempertimbangkan keberadaan sungai-sungai tersebut.
Sedangkan guna memenuhi keperluan penduduk dalam hal pemenuhan air bersih, keberadaan sungai tersebut dapat pula dimanfaatkan untuk pengambilan air baku PDAM.

Kawasan Budidaya
Jenis penggunaan lahan/tanah di Kabupaten Musi Banyuasin dibedakan dalam 15 (lima belas) jenis penggunaan. 
Jenis penggunaan tanah yang penyebarannya paling luas berupa Hutan Primer dengan luas 535.421,57 Ha atau 37,53 % dari luas total Kabupaten Musi Banyuasin.
Jenis penggunaan lahan lainnya yang penyebarannya cukup luas yaitu berupa kebun rakyat dengan 312.613,30 Ha atau 21,91 % dari luas kabupaten,
selanjutnya perkebunan besar dengan 127.215,63Ha atau 8,92 % dari luas wilayah kabupaten disusul kebun campuran dengan 121.538,79 Ha atau 8,52 % dari luas wilayah Kabupaten Musi Banyuasin merupakan penggunaan terbesar ke empat.
Sedangkan jenis penggunaan lahan/tanah lainnya penyebarannya relatif lebih kecil jika dibandingkan keempat penggunaan di atas.
Kawasan Lindung
Daya dukung lingkungan yang mempengaruhi pengembangan wilayah Kabupaten Musi Banyuasin kedepan adalah semakin luasnya kawasan tergenang yang diakibatkan,
tingginya erodibilitas (tingkat erosi) pada beberapa kawasan terutama sepanjang kanan kiri sungai yang dimanfaatkan materialnya untuk pembangunan melalui penambangan batu pasir
Semakin bertambahnya kawasan terbangun disepanjang bantaran sungai yang berdekatan dengan ruas jalan.
Hal ini akan meningkatkan pula sedimentasi sungai di bagian hilirnya yang berakibat semakin berkurangnya kecukupan air permukaan untuk konsumsi domestic maupun irigasi terutama pada musim kemarau,
sedangkan pada musim hujan dengan semakin banyaknya sedimentasi akan berpengaruh pada tidak dapatnya badan sungai menampung debit air yang diakibatkan meningkatnya curah hujan sehingga berakibat banjir atau genangan.
Perlu pula diperhatikan sekitar kawasan lindung dan kawasan suaka alam dari berbagai budidaya yang akan mengganggu habitat dan ekosistem kawasan.
Dilihat dari kegiatan budidaya sekitar dua kawasan tersebut dimungkinkan adanya perubahan atau ekspansi ke dalam kawasan tersebut terutama ladang berpindah yang dilakukan suku pedalaman.
Hal ini dapat mengakibatkan bertambah buruknya keseimbangan daya dukung lingkungan sehingga perlu dilakukan pengamanan-pengamanan kawasan lindung dan suaka alam agar sesuai dengan fungsinya.